Selasa, 22 Maret 2011

FRB di mata Digant

Dengan semakin bertambah nya member FRB, maka bulan februari 2011 lalu FRB telah memilih seorang koordinator untuk mengkoordinir kegiatan FRB. Dan para member FRB telah sepakat memilih Digant a.k.a Budi sebagai koordinator FRB yang pertama, selamat buat Budi !!!

Dan sebulan kemudian pada sebuah sesi review foto, budi menyampaikan opini pribadi nya tentang apa itu FRB melalui sebuah foto story hasil saat hunting di Villa Ria Cibanteng.

Dan inilah yang dikatakan Budi tentang FRB:...


  • Different Layer




Sebuah pulpen menunjuk ke arah 2 kata yaitu "different layer". Perbedaan lapisan dmn lapisan tersebut adalah sebuah komunitas khususnya komunitas fotografi. Fotografi Regional Bandung merupakan sebuah wadah (komunitas) buat para kaskuser regional bandung yang mempunyai hobi fotografi. Komunitas ini bisa dibilang berbeda dengan komunitas lainnya (dalam pemikiran sy). Knp? karena FRB merupakan suatu komunitas sekaligus keluarga kedua bagi para anggotanya. Sebuah bentuk setengah elips pada foto tersebut adalah mengajak kepada anggota FRB untuk dapat berjalan ataupun berfikir ke depan bersama dalam hal fotografi baik itu teknis maupun maksud. Berbeda pendapat dalam setiap orang adalah hal wajar, tetapi dari sekian pendapat tujuan kita tetap menjadi satu.
Perbedaan warna dari setiap agama tidak menjadi halangan untuk membawa FRB ke dalam satu jalur dalam hal fotografi. Berbagai lensa maupun gear merupakan hal yang tidak terlalu ditonjolkan. Proses dan hasil merupakan hal terpenting bagi FRB. Bagaimana dia merubah sebuah tulisan menjadi sebuah gambar yang indah.

 


  • Looking Before You Leap




Pikir dulu sebelum berbuat. Adalah suatu keharusan dalam setiap hal. Mungkin beberapa orang berpendapat berbeda.
Sebuah gelas kosong merupakan otak atau pikiran para anggota FRB yang bisa dikatakan dalam tahap pembelajaran. Dmn teknis maupun nonteknis dalam hal fotografi tidak mempunyai bekal. Pembelajaran lewat media buku, media online, foto dari para sepuh fotografer merupakan hal terbaik. Tp jangan menjadikan gelas kosong tersebut diisi dengan hanya 1 warna saja. Artinya informasi yang kita dapat jgn dijadikan sebagai patokan pola pikir kita dalam mengexplore ide kreatifitas. Plagiat merupakan hal harus dihindari. Mengexplore ide dan kreatifitas walaupun itu hanya sekecil debu mikro dan hanya ejekan semata bagi orang lain, tp kita harus bangga karena itu adalah warna atau ciri khas atau gaya dari setiap orang.
Jadi FRB menyuruh agar setiap anggotanya dapat berimajinasi dan mengeluarkan ide kreatifitas.


  • Become Habits



Melihat dari beberapa kebiasaan fotografer sekarang adalah mencontek karya atau ide kreatifitas. Hal tersebut merupakan faktor yang menghalangi suatu perubahan baik itu di diri kita maupun di suatu komunitas.
Melihat dari berbagai golongan, kebiasaan, sifat, sikap, dsb ambil sisi positif apa yang kita dapat, jangan jadikan sisi positif tersebut yang dapat menghalangi ide dan kreatifitas anggota FRB tidak dapat berubah atau bisa dikatakan stuck di tengah jalan.
Kegiatan review setelah hunting merupakan hal yang wajib dilakukan, karena itu anggota FRB dapat tau lebih jelas apa kekurangan kita, apa kelebihan kita dari setiap foto yang kita anggap itu merupakan foto terbaik bagi kita.
Sisi pembelajaran ini merupakan point penting bagi komunitas FRB. Jadi hunting tidak hanya sekedar menambah shutter count menjadi ratusan bahkan ribuan, tidak hanya sekedar mengurangi kapasitas hardisk komputer. Tetapi hunting dapat menambah pengetahuan maupun ide kreatifitas kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar